Rabu, 29 Mei 2019

Am I Depressed?

Long sigh ...
That's what I did when I decided to write again ...
Accompanied by trunks of cigarette butts that have been burned and those that are still burning ...

Tonight, I'm starting to think "Am I Depressed?"

It all might be starts when a friend of my very best friends having it and they starting to declared they also having it.

I honestly don't know whether that is kind of trend these days or that is a kind of virus that contagious when you surrounded by people who having it?

Or is it only in our mind to dodge the reality that we are so lonely?
And by lonely, it means in general.. Like you just don't know how to deliver your emotion.. your true emotion I mean!

Oh Lord! I don't know.. seriously I DON'T FU*KIN KNOWS THAT!!!

What I know is I pushed people away, keep a distance to whomever wanted to try to reaches me, and put my mask on in front of others..Fake smile and everything, try to be a person that anyone would love to but also so hypocrite by stay true..
Like, I don't know, I put distances to my best friends, even we've been thru hell, after all I pushes them away..
Or maybe, I did that to protect my self? To protect my self from getting infected by their "depression" story?
Or maybe, I did that before they does it? Like, I'm so afraid to loose them by knowing at the stage of my age, we'll grew apart. They will find a boyfriend (one of them are newly being in a relationship), getting serious and finally married?
Or maybe, we just not gonna gone any far from this?
Or maybe, I'm starting to realized that they never there for me anymore? Well, I'm totally make an RSVP in Hell by saying this, but, I just forget when was the last time they were there for me? As simple as they just ask me whats good or whats new? I'm totally not worthy to being friends with now..officially!!!!

Again, seriously I DON'T FU*KIN KNOW!!!!

What I know is deep inside, there's a hole inside me that kept consumes me each and everyday..
I felt so alone in a crowded places, I felt so alone every night so that I build my imaginary boyfriend which is only my own bolster pillow, such that I can talk to him about everything and I can be everything.. I can break up with him now and get back to him within an hours..
I felt so alone so that I ignore my feeling of everything!
I don't wanna cry, like, I avoid to cry as hard as I could.. I don't wanna loose my guard!
Because I know, none will be there for me!! NO ONE!!
I've got to got my own back because no one will be there! No one that I know or remember will be there to got my back when I fall..like really really there for me, not for once!!

So I decided to shut them as well as I shut myself up!
But when the night comes, all of those empty and hole inside me haunts me..

Some said, it is okay to see some professional help, but does it necessary for me? I don't find it fascinating at all..

So that's why I wrote this, with anonymous name, so none knows..

I guess I just did my best to survive :)

May 29th, 2019

Jumat, 20 November 2015

Ants against World

*This story mostly related to my life experience, any name I put are only the synonyms*

Black adalah seorang anak yang terlahir di sebuah keluarga beradat Timur yang tergolong kental di era modernisasi ini. Keluarganya yang terkesan sangat old school ini menantang dirinya untuk melakukan perubahan baik untuk dirinya sendiri, maupun keluarganya. Seperti kata pepatah "Tiada Gading yang Tak Retak", begitu pula keluarga Black, sejak kecil, keluarganya sudah tidak lagi harmonis. Black tumbuh menjadi pribadi yang ia temukan sendiri. Pribadi yang tidak pernah dibentuk maupun diarahkan dari pihak keluarga. Dirinya pun berjuang bagaikan semut melawan dunia (Ant against World).
Black menilai dirinya bagaikan semut, karena postur tubuhnya yang tergolong mungil dibandingkan dengan orang-orang menurut suku-nya. Banyak hal yang ia temui dalam perjuangannya melawan dunia. Ia pun menemukan jati dirinya, jati diri yang berbeda dan tidak sesuai kodratnya. Tidak ada yang ber hak menyalahkan Black atas penemuan yang ia temukan dan ia bangun dalam dirinya, ia tidak mendapatkan apa yang seharusnya seorang anak dapatkan dari sebuah keluarga, terutama dari sosok orangtua.
Tapi ini bukanlah kisah penyesalan Black, nasi sudah menjadi bubur jati diri Black sudah terbentuk matang dan tidak lagi bisa ia rubah seturut dengan pertumbuhan fisik dan hasratnya.Mungkin kamu sudah mengetahui arah cerita Black ini, namun Black ingin memberitahu kamu, bahwa menjadi dirinya tidaklah mudah. Black bukan satu-satunya anak yang memiliki background broken home, namun Black adalah salah satu anak yang berhasil berjuang dan tidak melarikan dirinya kepada hal-hal yang merugikan tubuhnya (menurutnya). Black hanya mencari kasih dan sayang yang ia dambakan sejak ia masih menghisap jempolnya ketika melihat kedua orangtuanya dengan mata memelas tanpa mendapatkan balasan yang diharapkan.
Benar! Black adalah salah seorang kaum homosexual!! Kaum yang tidak ditolerir di agama maupun masyarakat. Black yang menemukan dirinya menyukai sesama jenispun merasakan rasa najis pada dirinya sendiri. Black mencoba berbagai cara seperti menjalin hubungan dengan lawan jenis, mendekatkan diri pada Tuhan-nya, bergaul dengan orang-orang "normal", namun tidak ada satupun yang berhasil merubah ketertarikannya akan menyukai sesama jenis.
Black juga tidak mendapati dirinya mudah menjalani hidup dengan ketertarikan seksualnya yang "tidak normal" dalam berbagai aspek kehidupan. Di sekolah ia selalu menjadi bahan bully, bahkan didunia pekerjaan pun, ia menemukan adanya beberapa orang yang mengaitkan ketertarikan seksualnya dengan posisi yang ia lamar. Penolakan demi penolakan, hinaan demi hinaan, ia terima dengan terpaksa tanpa membalas.
Sampai suatu hari, Black menerima dirinya secara penuh, memberanikan dirinya meminta kepada Tuhan yang menciptakannya untuk memberikan dirinya pasangan hidup sejenis yang dapat memberikan dirinya rasa kasih dan sayang yang ia dambakan since forever. Black menunggu dan terus menunggu pasangan yang ia minta dalam doanya setiap kali ia meminta kepada Tuhan-nya. Ia pun membekali dirinya dengan ilmu pengetahuan dan kepercayaan diri ia dapatkan setelah ia menerima dirinya secara penuh. 
Kini dengan pembawaan dirinya yang lebih percaya diri untuk masuk kembali ke lingkungan yang "normal", ia pun sedikit demi sedikit mendapatkan penerimaan dari lingkungannya, tidak mudah, namun Black menemukan bahwa dirinya dapat mematahkan setiap hinaan dari sekitarnya dengan cara yang cerdas dan  berkelas. Black dinilai adalah pribadi yang sangat ceria dan tidak pernah menunjukan ekspresi lain selain keceriaanya, lingkungannya kini selalu merindukan kehadirannya.
Black sudah memiliki banyak teman sekarang! Black sudah memiliki karir yang baik juga! Namun ada bongkahan kosong yang terus menjerit-jerit dalam dirinya, kehampaan yang sejak lama mendambakan kehadiran kasih dan sayang untuk dirinya belum kunjung ia dapatkan.
Black pembohong!! Black adalah pembohong yang andal, ia membohongi lingkungannya termasuk dirinya sendiri. Ia membohongi lingkungan dan dirinya sendiri dengan segala keceriaan yang ia hadirkan. Ia tidak sejujur yang lingkungannya kira! Ia berbohong dan terus berbohong, ia beranggapan akan lebih mudah menemukan kasih sayang jika ia menunjukan pribadi yang easy going.
Siapa yang tidak menyukai sosok yang ceria? itu fikirnya! Namun, ketika malam datang dan tak ada seseorang yang ia benar-benar percaya untuk menunjukan dirinya yang sebenarnya, ia hanya dapat mengadu segala kelu kesah kepada penciptanya. 
"Jika memang cinta itu ada untuk setiap insan, mengapa hanya aku yang tidak mendapatkannya? Jika memang kasih dan sayang itu nyata, mengapa hanya diriku yang tidak pernah merasakan kehadirannya?", pertanyaan itu berulang kali muncul dalam benaknya. Tak ada satupun yang dapat menjawabnya. Hingga Tuhan-nya yang dengan cara unikNya menyadarkan Black, bahwa kasih dan sayang yang selama ini ia dambakan sudah ia terima dari lingkungan yang menerima dirinya secara penuh. Black yang kurang bersyukurpun terperanga dengan sentilan tersebut, topeng ceria yang selama ini ia kenakan pun tidak lagi dapat menahan bendungan air mata yang sudah lama ia tahan dibalik topeng. Air mata bak air terjun pun keluar dari sudut matanya dan ia menunjukan dirinya yang sebenarnya, dirinya yang rapuh. 
Black si semut yang melawan dunia kini selangkah lebih maju dari tempat ia berada sebelumnya, ia menyadari tak selamanya senyuman dan air mata harus berjalan berlawanan. Ia menyadari, dunia didepannya akan jauh lebih keras atas dirinya,
Black tetap mendambakan pendamping hidup sejenis yang dapat menemaninya, dan ia tidak akan menyerah untuk menemukannya, menemukan seseorang yang sama-sama sedang mencari dan mendoakannya kepada Tuhannya.

"Every Saint has a past and Every Sinner has a future" , none asked for the life that Black have now, a little respect and love will help they find the meaning of living their life.